Ledakan E-Commerce 2025: Alasan Brand Besar Beralih ke Rotogravure & Flexo untuk Cetak Kemasan Premium – E-commerce dan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) sedang mengalami pertumbuhan eksplosif di tahun 2025. Di balik lonjakan penjualan tersebut, ada satu faktor yang sering luput dari perhatian konsumen, tetapi sangat menentukan kesuksesan sebuah produk di rak fisik maupun digital: kemasan.

Bukan sekadar pembungkus, kemasan kini adalah “salesman” pertama yang bertemu dengan calon pembeli. Dalam persaingan yang ketat, visual yang menarik, perlindungan produk yang maksimal, dan kemampuan membangun citra brand menjadi penentu. Itulah mengapa semakin banyak brand besar beralih ke teknologi cetak rotogravure dan flexographic (flexo).
Artikel ini akan membedah alasan strategis di balik tren tersebut, mengulas keunggulan masing-masing metode, dan memberikan panduan bagi pelaku industri untuk memanfaatkannya.
Mengapa Kemasan Jadi Senjata Utama di Era E-Commerce?
Dalam belanja offline, konsumen bisa memegang produk, melihatnya dari dekat, bahkan mencium aromanya. Sementara di e-commerce, interaksi pertama hanya terjadi melalui foto produk dan deskripsi. Artinya, kemasan harus fotogenik, detail, dan mampu “berbicara” meski dari layar smartphone.
Bagi brand FMCG, ini bukan sekadar tren sesaat. Data menunjukkan:
- Penjualan FMCG online di Asia Tenggara tumbuh rata-rata 23% per tahun.
- 70% konsumen memutuskan membeli produk baru karena desain kemasannya menarik.
- Di Indonesia, peningkatan transaksi e-commerce mendorong permintaan kemasan premium untuk berbagai kategori: makanan ringan, minuman siap saji, kosmetik, produk kesehatan, hingga produk rumah tangga.
Rotogravure vs Flexo: Dua Raksasa Dunia Percetakan Kemasan
Sebelum masuk ke alasan mengapa brand beralih, mari pahami perbedaan mendasar kedua teknologi ini.
Rotogravure
- Menggunakan silinder logam dengan ukiran microcell untuk menampung tinta.
- Memberikan kualitas cetak sangat tinggi dengan detail halus dan konsistensi warna sempurna.
- Ideal untuk produksi volume besar seperti kemasan snack, kopi, minuman botol, dan rokok.
Flexographic (Flexo)
- Menggunakan pelat fleksibel photopolymer yang dapat mencetak di berbagai media.
- Setup lebih cepat dan biaya awal lebih rendah dibanding rotogravure.
- Cocok untuk volume menengah atau SKU yang sering berganti desain, seperti label, karton lipat, tas kertas, dan kemasan edisi terbatas.
Penjelasan lengkap tentang perbedaan teknis ini dapat Anda baca di artikel Perbedaan Cetak Rotogravure dan Flexografi.
🚀 Ledakan FMCG & E-Commerce: Mengubah Standar Kemasan
Lonjakan transaksi online mendorong perubahan besar pada kriteria kemasan:
- Visual Konsisten di Semua Batch
- Konsumen online sensitif terhadap perbedaan warna atau kualitas cetak. Rotogravure unggul dalam menjaga konsistensi ini, bahkan pada jutaan cetakan.
- Kecepatan Respons Terhadap Tren
- Flexo memungkinkan perubahan desain cepat untuk menyesuaikan kampanye musiman atau kolaborasi brand.
- Daya Tarik Foto Produk
- Warna vivid, teks tajam, dan detail gambar membuat kemasan tampak “mengundang klik” di marketplace.
- Keamanan dan Daya Tahan
- Produk sering melewati proses logistik panjang. Kemasan harus mampu melindungi isi dari tekanan, kelembapan, atau sinar matahari.
Alasan Brand Besar Beralih ke Rotogravure & Flexo
1. Menjawab Permintaan Pasar yang Semakin Visual
Di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, foto produk adalah ujung tombak penjualan. Rotogravure menawarkan detail halus untuk brand yang menginginkan kemewahan visual, sementara flexo memberikan fleksibilitas bagi brand dengan banyak varian desain.
2. Efisiensi Produksi
- Rotogravure → sekali setup, produksi bisa mencapai jutaan cetakan tanpa kompromi kualitas.
- Flexo → minim waktu setup, cocok untuk batch kecil dan sedang, sehingga mengurangi stok desain lama yang tidak terpakai.
3. Fleksibilitas Desain dan Bahan
Seperti diuraikan dalam artikel Keunggulan Flexographic Printing dalam Desain Kemasan Fleksibel Modern, flexo dapat mencetak di berbagai media termasuk film ramah lingkungan dan kertas daur ulang — dua material yang semakin diminati konsumen.
4. Skalabilitas Bisnis
Brand besar sering memulai kampanye baru dalam skala kecil untuk menguji pasar. Flexo mendukung produksi uji coba ini, sementara rotogravure siap menangani produksi massal setelah desain final diputuskan.
Tren Keberlanjutan: Tantangan & Peluang
Selain estetika, ramah lingkungan kini menjadi kriteria penting. Pemerintah dan konsumen mendorong:
- Penggunaan bahan biodegradable seperti PLA dan kertas food grade.
- Tinta berbasis air yang aman untuk pangan.
- Pengurangan limbah produksi melalui efisiensi setup dan pengaturan tinta.
Mesin rotogravure dan flexo modern kini dirancang untuk mendukung bahan-bahan ini, meskipun memerlukan investasi pada pelat cetak dan tinta yang sesuai.
Teknologi Pendukung yang Memperkuat Kualitas
Untuk menjaga kualitas cetak di tengah tuntutan tinggi, brand dan percetakan menggunakan alat QC modern:
- Zahn Cup untuk mengukur viskositas tinta agar hasil cetak konsisten.
- Spectrophotometer DS-528 untuk kalibrasi warna real-time.
- Red Seal Checker untuk memastikan kekuatan segel kemasan.
Integrasi teknologi ini mengurangi potensi reject, menghemat biaya, dan mempercepat pengiriman ke pasar.
Strategi Masuk Industri bagi Pelaku Bisnis
Bagi pelaku percetakan dan brand yang ingin memanfaatkan tren ini, berikut langkah strategis:
- Kenali Target Pasar
Tentukan apakah lebih fokus ke batch besar (rotogravure) atau varian sering berganti (flexo). - Investasi pada Peralatan QC
Kualitas konsisten = loyalitas konsumen. - Adopsi Material Ramah Lingkungan
Sesuaikan dengan regulasi dan tuntutan konsumen. - Kolaborasi dengan Desainer Kemasan
Pastikan desain memanfaatkan keunggulan masing-masing metode cetak. - Siapkan Lini Produksi Hybrid
Kombinasi rotogravure dan flexo memberi fleksibilitas maksimal.
Masa Depan Rotogravure & Flexo di Era E-Commerce
Di 2025, rotogravure dan flexo bukan hanya metode cetak, tetapi senjata strategis dalam memenangkan persaingan pasar FMCG dan e-commerce. Brand yang mampu mengoptimalkan keduanya akan mendapatkan kemasan yang memikat secara visual, efisien secara produksi, dan ramah lingkungan.
Bagi yang ingin masuk atau memperluas bisnis di sektor ini, kini adalah saat yang tepat untuk:
- Berinvestasi pada teknologi cetak modern.
- Mengadopsi bahan dan proses yang berkelanjutan.
- Menjadikan kemasan bukan sekadar pembungkus, tapi alat marketing yang menjual.