Rotogravureindonesia.co.id – Mengenal Jenis dan Bentuk Kemasan Plastik. Sekarang ini kemasan plastik hampir bisa kita temui dimana-mana, karena hampir semua dikemas menggunakan plastik. Bentuk dan jenisnya beraneka ragam. Mari kita mengenal lebih jauh jenis-jenis kemasan dan juga bentuk-bentuk kemasan.

Salah satu fungsi utama dari kemasan ini adalah menjadi wadah agar mudah di bawa dan melindungi produk yang dikemasnya, sehingga mampu mempengaruhi daya simpan atau kadaluwarsa suatu produk. Baca pentingkah kemasan makanan. Selanjutnya, fungsi kemasan mengalami perkembangan, sekarang tak hanya sekedar sebagai wadah atau melindungi produk, tetapi juga berfungsi mempercantik penampilan dari suatu produk untuk meningkatkan nilai jual.

Berikut beberapa jenis kemasan plastik yang perlu diketahui untuk bisnis anda :

A. Kemasan berdasarkan struktur isi kemasan
Kemasan Primer, yaitu kemasan yang langsung membungkus produk (bahan pangan). Contoh jenis kemasan ini adalah bungkus snack, kaleng susu, dan botol minuman.
Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang digunakan untuk mengemas produk yang telah dikemasa dengan kemasan primer. Contoh jenis kemasan ini adalah karton untuk mengemas susu kaleng.
Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.

Kemasan berdasarkan struktur isi kemasan

B. Kemasan berdasarkan frekuensi pemakaiannya
Kemasan Sekali Pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, karton dus, makanan kaleng.
Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), yaitu kemasan yang umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap.
Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable), yaitu kemasan yang biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol.

C. Kemasan berdasarkan sifat kekakuan
Kemasan Fleksibel, yaitu kemasan yang menggunakan bahan yang mudah dilenturkan, misalnya plastik, foil, dan kertas.
Kemasan Kaku, yaitu kemasan yang menggunakan bahan keras dan kaku, misalnya gelas, logam, kaca, kayu.
Kemasan Hybird, yaitu kemasan yang memiliki sifat fleksibel dan kaku, misalnya botol plastik dan wadah bahan yang berbentuk pasta.

D. Kemasan berdasarkan kesiapan pakai
Kemasan siap pakai, yaitu kemasan yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
Kemasan siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.

Bentuk Kemasan

Kalau kita perhatikan bentuk kemasan ini beraneka ragam, berikut bentuk-bentuk kemasan tersebut:

1.Vakum Bag
Kemasan ini digunakan untuk meningkatkan daya tahan atau lamanya kadaluwarsa suatu produk. Bahannya terbuat dari barier Nylon, sehingga udara tidak bisa masuk lagi begitu juga udara yang berada dalam kemasan.

Saat divakum, udara keluar sehingga mencegah cepatnya proses oksidasi yang menyebabkan kuman dan bakteri masuk ke dalam kemasan yang akan menyebabkan makanan lebih cepat mengalami kerusakan (basi) sehingga makanan bisa tahan lama hingga berbulan-bulan. Kemasan yang memiliki ketebalan 80 micron ini cocok untuk membungkus seafood, bakso, ikan, daging, kacang, beras dan sosis.

2.Stand Up Pouch Cairan
Kemasan yang satu ini cocok untuk segala cairan seperti saus, kecap, sabun cair, minyak nata de coco dan sebagainya. Plastik ini anti bocor sehingga aman jika digunakan untuk mengemas produk yang cair. Kemasan ini juga bisa divakum sehingga bisa menghilangkan gelembung udara yang berada di dalam kemasan.

3.Zipper Stand Up
Kemasan ini cocok untuk makanan ringan seperti snack, keripik, abon, kopi namun tidak cocok untuk cairan. Kemasan plastik ini memiliki bahan yang bening sehingga langsung memperlihatkan isi produk.

4.Zipper Pouch
Kemasan yang satu ini hampir mirip dengan kemasan Zipper Stand Up, bedanya kemasan ini tidak berdiri. Lalu terbuat dari material super clear PP, sehingga plastiknya terlihat sangat bening dan bisa memperlihatkan isi produknya secara langsung. Fungsi dari kemasan ini sama seperti stoples yang bisa dibuka dan ditutup, walaupun terbuat dari plastic.

5.Kombinasi Stand Up
Kemasan yang satu ini merupakan kombinasi dari semua kemasan, karena memiliki kemampuan untuk menjaga produk dari sinar matahari dan oksigen yang terbuat dari bahan aluminium foil. Selain itu kemasan ini juga menjadi model kemasan zipper yang lebih modern dan sedang trend di pasaran.

6.Kombinasi Pouch
Kemasan ini mengombinasikan metal di bagian belakang dan plastik OPP bening yang terdapat di bagian depan. Kemasan ini juga menghasilkan pembungkus makanan yang eksklusif dan juga bisa meningkatkan ketahanan produk. Karena lapisan kombinasi pouch metal mampu menghalau sinar matahari dan oksigen masuk ke dalam. Kemasan yang memiliki ketebalan 90 micron ini cocok untuk mengemas produk seperti snack, keripik, abon, kerupuk dan ikan.

7.Pouch Full Foil
Kemasan yang terbuat dari aluminium foil yang secara keseluruhan bisa menjamin kualitas dari bahan-bahan atau produk yang dibungkus di dalamnya. Biasanya makanan yang dikemas dalam pouch tersebut adalah makanan yang memiliki cita rasa yang khas, memiliki kualitas yang baik dan kerenyahan tersendiri. Makanan yang dikemas dengan jenis kemasan ini dapat bertahan lebih lama dengan rasa yang sama, karena terjamin dalam proses pengemasan yang professional dan berkualitas.

Pouch Full Foil

8.Platik Shrink Film
Kemasan ini memiliki tiga jenis yaitu PVC Shrink, POF Shrink dan PE Shrink. Pengemas makanan ini banyak digunakan di berbagai jenis industri. Mulai dari industri rumah tangga seperti piring, panci, sendok, gelas dan lain-lain. Kemasan ini memiliki fleksibilitas dan kualitas yang tinggi, juga tersedia dalam berbagai ukuran yang bisa disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan dari setiap usaha yang sedang dijalankan. Volume dan ketebalan produk tersebut pun tergantung dari kualitas produknya. Kemasan ini juga dibagi menjadi beberapa kategori sebagai berikut :

a.POF Shrink
Ketebalan dari kemasan ini hanya 15 micron, sehingga sangat tipis. Namun sangat ulet dan sulit untuk dirobek, tapi jika sudah terobek akan sangat mudah dibuka. Tingkat transparansi kemasan ini sangat tinggi sehingga sangat cocok untuk produk high class karena bisa menampakkan produk yang dibungkus dengan jelas food grade. Karakter POF sangat kuat sehingga sangat populer untuk shrink wraping makan dan berbagai macam produk ritel lainnya.

b.PVC Shrink Film
Kemasan ini lebih tebal dibandingkan dengan POF Shrink Film namun tingkat transparansinya tak setinggi POF. Karakteristik kemasan ini kuat, tetapi sangat brittle yang cocok untuk pengemas produk untuk distribusi. Biasanya paling banyak digunakan karena harganya lebih terjangkau dan digunakan untuk mengemas makanan kaleng, shuttle cock, buku.

c.PE Shrink
Kemasan produk makanan ini lebih tebal dibandingkan dengan PVC Shrink yakni 50 micron. PE Shrink juga sangan kuat dan ulet sehingga sulit robek, untuk tingkat transparansinya buram. Namun harganya lebih terjangkau dibandingkan dengan POF dan PVC Shrink, biasanya digunakan untuk membungkus soft drink.

Semoga dengan artikel, Mengenal Jenis dan Bentuk Kemasan Plastik. Anda bisa mengetahui lebih detail mengenai kemasan plastik. Untuk pengusaha juga bisa mengetahui bentuk kemasan yang mana yang dibutuhkan. Apabila produk kemasan Anda membutuhkan zipper bisa lihat di jual plastik zipper, jual sipper lock. Kalau membutuhkan isolasi untuk kemasan Anda, bisa baca di isolasi tahan panas. Kalau untuk mengecek kemasan bocor bisa gunakan red seal checker. Kalau untuk pallet yang ramah terhadap produk makanan bisa lihat di pallet plastik.