Rotogravureindonesia.co.id – Flexible Packaging Kemasan Fleksibel Arti dan Fungsi – Apa itu Flexible Packaging? Atau dalam bahasa Indonesianya kemasan fleksibel? Mulai tahun 2020 istilah Flexible Packaging tiba-tiba menjadi ngetrend. Kali ini RotogravureIndonesia akan mengupas tuntas mengenai Kemasan Fleksibel, arti, Jenis flexible dan fungsinya.

Flexible Packaging | Kemasan Fleksibel | Arti, dan Fungsi

Arti Flexible Packaging

Fleksibel memiliki persamaan kata dengan elastis, luwes, pengertian fleksibel adalah kelenturan atau mudah diatur. Sedangkan Packaging dalam bahasa Indonesianya artinya: Kemasan atau pengemasan,

Jadi arti Flexible Packaging | Kemasan Fleksibel adalah kemasan yang elastis, luwes dan mudah diatur. Kemasan fleksibel ini terbuat dari bahan plastik lentur, yang dapat dipadukan dengan bahan lainnya seperti aluminium foil, metalizing, kertas, dan jenis plastik lain serta dapat dicetak dan direkatkan.

Sesuai dengan namanya yaitu Fleksibel, maka Flexible packaging memiliki ciri khas yang berbeda dengan kemasan lain. Kemasan ini mampu mengikuti bentuk produk yang dikemas. Dapat direkatkan (seal), mudah dibuka, higienis, mudah diketahui isinya, dan bisa dicetak penuh warna tanpa mempengaruhi atau merubah isi produk. Mudah penyimpanannya, bisa dilipat, dan hemat tempat dan juga memiliki bentu yang unik.

Kemasan fleksibel termasuk jenis kemasan multi layer. Karena terdiri dari beberapa lapisan bahan kemasan yang memiliki fungsi melindungi terhadap kontaminasi cahaya secara langsung dan kontaminasi udara serta uap air yang dapat merubah rasa dan daya tahan produk. Lapisan lain berfungsi media yang dapat dicetak.

Kemasan plastik atau sering dikenal juga sebagai flexible packaging, paling banyak digunakan karena sifatnya yang fleksibel, mudah dibentuk dan dapat melindungi pangan dari oksigen, kelembaban ataupun material lainnya. kemasan palstik ini umumnya dibuat dengan beberapa lapisan seperti Polietilen (PE), Polypropilen (PP), Alu Foil (Al), PolyetilenTerephtalate (PET) dan Nylon.

Komponen flexibel packaging terdiri:
1. Printing layer
2. Barier layer
3. Seal layer.

Komponen flexibel packaging

1. Syarat printing layer adalah mudah menyerap tinta, permukaan cukup halus dan rata, tahan panas atau titik leleh tinggi, tahan perlakuan pada mesin cetak. contoh printing layer adalah : PET, OPP dan Ony.

2. Syarat barier layer adalah dapat tahan terhadap air, kelembaban dan gas2 lainnya. contoh barier layer adalah :PET, OPP, Alu foil, Ony, VmPET, dan VmCPP.

3. Syarat seal layer adalah tidak tahan panas atau titik leleh rendah, permukaan cukup halus, dan aman untuk kontak langsung dengan produk. contoh seal layer adalah LDPE, CPP dan PP.

Untuk memenuhi fungsi kemas flexible dengan baik, film plastik dan aluminium foil dan kertas dalam berbagai kombinasi dibentuk sebagai multi layer dan diextrusion dengan resin plastik, polyethilen, polypropylene, eva, dan lain sebagainya, sehingga menjadi satu kesatuan ataupun dilaminasi dengan adhesive tertentu.

Fungsi Flexible Packaging

Kemasan flexible dibuat untuk melindungi dari Kelembaban kandungan uap air (water vapour, moisture), merupakan ancaman terbesar terhadap stabilitas suatu produk farmasi. Kemasan yang kering dan kedap terhadap kelembaban mutlak diperlukan. Berikut beberapa fungsi Flexible Packaging:

1.Melindungi dari Oksigen.
Adanya oksigen dalam udara akan menyebabkan terjadinya proses oksidasi. Vakum atau pemberian gas inert seperti misalnya nitrogen atau carbon dioksida, dapat mencegah bahaya dari oksigen ini.

2.Melindungi dari Cahaya Sinar ultra violet
Dari cahaya matahari akan membantu mempercepat efek oksidasi.
Banyak produk yang sangat sensitif terhadap cahaya. Cahaya juga dapat menyebabkan perubahan warna. Untuk itu kemasan flexible dapat dipilih yang kurang atau tidak tembus cahaya.

3.Daya lindung terhadap Panas.
Banyak produk farmasi yang sangat peka terhadap suhu tinggi. Dalam hal ini perlu diperhatikan jenis ‘sealing’ layer yang digunakan dalam kemasan flexible. Walaupun kemasan dapat menghambat hantaran panas, pengamanan terhadap obat sangat tergantung pada tempat penyimpanannya.

4.Mencegah Penguapan.
Terutama produk yang mengandung zat yang mudah menguap, misalnya alkohol, metol, minyak atsiri yang dapat dipakai sebagai aroma dalam produk.

5.Kemasan flexible juga digunakan untuk menghindari Bentur fisik.
Benturan fisik bisa menyebabkan kerusakan fisik. Kerusakan pada kemasan dapat mengakibatkan kebocoran sehingga produk terkontaminasi.

Untuk melindungi terhadap faktor-faktor di atas itulah, kemasan flexible dibuat dari beberapa lapisan bahan yang disatukan (multi-layer) dengan proses laminasi sehingga kemasan tersebut mempunyai daya untuk menangkal pengaruh di atas.

Dan kemasanlah yang memungkinkan barang – barang produksi dapat dipindah dan dikirimkan kepada konsumen secara aman dan ekonomis. Sejalan berkembangnya waktu, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dan wadah tetapi juga berfungsi “Sebagai alat bantu pemasaran”.

Demikianlah artikel tentang Flexible Packaging Kemasan Fleksibel Arti dan Fungsi nya, kalau Anda membutuhkan cairan untuk mengetes kebocoran Seal kemasan Anda, Anda bisa gunakan red seal cheker, cairan tes kebocoran kemasan membutuhkan plastik untuk pengemasan pengiriman bisa lihat di stretch film, atau plastik wrapping dan tatakannya berupa pallet plastik.