Dampak Pandemi Covid dan PPKM Terhadap Industri Kemasan. Dikarenakan adanya penerapan sosial distancing dan PPKM, banyak toko-toko dan layanan publik yang tutup. Sedangkan kebutuhan pokok seperti makanan, Kesehatan tetap dibutuhkan oleh masyarakat. Pandemi dan PPKM ini telah mengubah tradisi baru dalam berbelanja, yang tadinya datang langsung ke toko sekarang berubah menjadi membeli secara online.

Dampak Pandemi Covid dan PPKM Terhadap Industri Kemasan

Agar produk yang dijual bisa sampai ke konsumen seluruh produk tersebut tentunya membutuhkan kemasan, dan plastik merupakan salah satu material yang umum digunakan dalam membuat produk kemasan.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa permintaan akan kemasan plastik pada masa pandemi semakin meningkat. Berikut 2 dampak pandemi terhadap industri kemasan

1.Meningkatnya Permintaan Kemasan Plastik
Plastik merupakan material yang paling banyak digunakan dalam proses produksi di industri kemasan. Banyak produsen yang sebelumnya menggunakan material kemasan lain kemudian berpindah menggunakan plastik karena alasan keamanan, kehigienisan dan faktor ekonomis.

Industri medis yang saat ini memiliki peran penting dalam menanggulangi pandemi COVID-19 juga sangat bergantung pada penggunaan plastik sebagai bahan kemasan obat-obatan dan alat medis atas alasan sterilitasnya.

Plastik juga dapat membantu mencegah penularan penyakit atau bakteri juga menjaga produk tetap awet dan mencegah kontaminasi. Salah satu kemasan yang banyak digunakan adalah kemasan yang mempunyai zipper tape atau plastic zipper.

2. Perubahan Jangka Pendek pada Industri Kemasan
COVID-19 telah mengakibatkan menurunnya permintaan untuk produk tertentu, dan meningkatkan permintaan akan produk lainnya. Hal ini terlihat jelas pada kasus sektor kemasan makana.

Berikut beberapa sektor kemasan yang mengalami peningkatan selama masa pandemi:

  • Kemasan makanan, khususnya wadah plastik. Meningkatnya permintaan akan kemasan makanan plastik dikarenakan adanya peningkatan pada layanan pesan antar.
  • Pengemasan farmasi, pada sektor dengan karakteristik khusus seperti kotak pil aluminium, plastik kaku dan segel kedap udara untuk mencegah kontaminasi.
  • Produk e-commerce, pandemi telah memaksa konsumen untuk mengubah perilaku konsumsi mereka dari yang sebelumnya berbelanja di toko fisik menuju berbelanja di toko online. Dengan begitu, kemasan-kemasan untuk produk toko online pun semakin dibutuhkan.

Perubahan situasi yang disebabkan oleh pandemi mengharuskan para pebisnis di industri kemasan plastik untuk menyesuaikan ulang strategi bisnis dan produksi mereka.

Dengan keadaan seperti sebagaimana saat ini, setidaknya terdapat dua langkah yang dapat dijadikan pertimbangan untuk beradaptasi:

Pada masa disruptif seperti sekarang, cermat dalam mengidentifikasi tren dan lihai dalam beradaptasi terhadap kebutuhan konsumen menjadi sangat krusial. Untuk saat ini, kehigienisan produk pada saat pengiriman menjadi faktor penting yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli sesuatu.

Selain itu, kemasan yang ramah lingkungan juga masih menjadi tren, meskipun dapat dikatakan bukan menjadi prioritas utama lagi.

Persiapan untuk masa setelah krisis perlu untuk dipikirkan. Dalam konteks ini industri kemasan baiknya mempertimbangkan aspek-aspek seperti pengurangan pengeluaran, sustainability, dan keamanan transportasi.

Pengujian kemasan akan memegang peran penting terutama pada kemasan produk makanan dan farmasi untuk menggaransi keamanan produk kemasan dan membantu mengoptimasi pengeluaran produsen kemasan.

Demikian sedikit ulasan mengenai dampak pandemi terhadap Industri Kemasan. Kalau Anda memiliki industri di bidang cetak kemasan makanan, Jelajahi website kami untuk menemukan berbagi informasi menarik terkait mesin printing, doctor blade, anti static, plastic zipper, silet tiger. Bagi pebisnis, yang mencari stretch film bisa berkunjug ke megumiplastics.