Kemasan Primer vs Sekunder di Dunia Farmasi: Mana yang Lebih Penting Dicetak?

Kemasan Primer vs Sekunder di Dunia Farmasi: Mana yang Lebih Penting Dicetak? – Ketika Anda melihat obat di apotek, mungkin yang terlihat hanyalah blister, botol, atau kotak karton box yang rapi. Namun di balik kemasan itu, ada dunia yang sangat teratur dan penuh regulasi dunia di mana setiap cetakan, warna, dan huruf memiliki arti penting bagi keselamatan pasien dan reputasi perusahaan farmasi.

Kemasan Primer vs Sekunder di Dunia Farmasi: Mana yang Lebih Penting Dicetak?

Bagi Anda sebagai produsen atau pelaku industri, kemasan bukan sekadar wadah. Ia adalah bagian dari keamanan obat dan wajah pertama yang mewakili mutu perusahaan Anda di mata konsumen.

Industri farmasi menuntut standar yang jauh lebih tinggi dibanding industri lain. Setiap elemen kemasan harus tahan terhadap faktor lingkungan, mudah dilacak, dan tidak boleh salah cetak. Karena itulah, memahami perbedaan antara kemasan primer dan kemasan sekunder menjadi hal penting—terutama saat menentukan bagian mana yang harus dicetak dengan tingkat presisi tinggi.

Namun pertanyaannya: mana yang sebenarnya lebih penting dicetak, kemasan primer atau sekunder?
Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu. Keduanya memiliki fungsi dan tanggung jawab yang berbeda, namun sama-sama vital dalam menjaga keamanan, kejelasan informasi, dan citra profesional produk farmasi Anda.

Apa Itu Kemasan Primer dalam Dunia Farmasi

Kemasan primer adalah lapisan pertama yang bersentuhan langsung dengan obat. Ia bertugas menjaga stabilitas fisik dan kimia dari obat agar tidak terpengaruh oleh kelembapan, cahaya, udara, atau kontaminasi. Dengan kata lain, kemasan primer adalah perisai utama yang melindungi efektivitas produk.

Contoh Kemasan Primer:

  • Blister untuk kapsul atau tablet
  • Botol plastik atau kaca untuk sirup
  • Tube aluminium untuk salep
  • Sachet untuk serbuk atau cairan dosis tunggal
  • Ampul dan vial untuk injeksi

Kemasan primer harus memenuhi standar tinggi baik dari sisi material maupun proses pencetakan. Dalam pencetakan kemasan primer, tujuannya bukan hanya estetika, tetapi fungsi identifikasi dan keamanan.
Informasi penting yang biasanya dicetak di kemasan primer antara lain:

  • Nomor batch dan tanggal kedaluwarsa
  • Nama produk dan kekuatan dosis
  • Peringatan seperti “For External Use Only” atau “Keep Out of Reach of Children”
  • Logo atau simbol medis

Proses pencetakan untuk kemasan primer harus menggunakan tinta pharma-grade dengan low migration rate, agar tidak menembus atau bereaksi dengan isi obat. Di sinilah teknologi cetak seperti rotogravure menjadi pilihan utama karena sistemnya tertutup, higienis, dan mampu mencetak detail mikro dengan presisi tinggi.

Mengenal Kemasan Sekunder dan Fungsinya

Berbeda dengan kemasan primer, kemasan sekunder tidak bersentuhan langsung dengan obat. Ia berfungsi sebagai pelindung tambahan dan media komunikasi antara produsen dan konsumen.
Bagi Anda yang ingin memperkuat merek atau memastikan kepatuhan regulasi, kemasan sekunder adalah area strategis untuk menampilkan informasi lengkap dan identitas visual perusahaan.

Contoh Kemasan Sekunder:

  • Kotak karton luar blister
  • Label luar pada botol
  • Brosur atau leaflet yang disisipkan dalam kemasan
  • Sleeve pelindung atau pembungkus sekunder

Pada kemasan sekunder inilah branding dan komunikasi visual lebih berperan. Informasi seperti nama produk, komposisi, dosis, cara penggunaan, hingga data produsen biasanya dicetak di bagian ini.
Selain itu, kemasan sekunder juga menjadi sarana untuk menambahkan elemen anti-pemalsuan seperti:

  • QR code untuk pelacakan batch
  • Hologram keamanan
  • Label tamper-evident

Dalam konteks pemasaran B2B, kemasan sekunder juga mencerminkan kredibilitas perusahaan. Desain yang profesional dan cetakan yang presisi memperkuat persepsi bahwa produk Anda diproduksi dengan standar internasional.

Jenis Informasi yang Dicetak pada Kedua Jenis Kemasan

Untuk memudahkan pemahaman, berikut tabel perbandingan antara jenis informasi yang biasanya tercetak pada kemasan primer dan sekunder.

Tabel Perbandingan (Responsif & Siap untuk WordPress)

Jenis Informasi Kemasan Primer Kemasan Sekunder
Nama Produk
Nomor Batch & Tanggal Kedaluwarsa
Komposisi & Kandungan Aktif
Petunjuk Penggunaan
Peringatan & Simbol Medis
Informasi Produsen & Distributor

 

Mengapa Keduanya Sama-Sama Penting dalam Proses Pencetakan

Bagi industri farmasi, konsistensi informasi antara kemasan primer dan sekunder adalah hal yang non-negotiable.
Kesalahan kecil seperti perbedaan tanggal kedaluwarsa antara blister dan kotak luar bisa berujung pada product recall besar-besaran. Hal ini tidak hanya merugikan finansial, tetapi juga dapat merusak reputasi perusahaan.

Dari sisi regulasi, BPOM dan standar internasional seperti GMP (Good Manufacturing Practice) menuntut agar setiap kemasan memiliki:

  • Kode identifikasi yang mudah dibaca
  • Informasi batch dan masa simpan yang akurat
  • Cetakan yang tidak mudah hilang atau luntur

Jadi, baik kemasan primer maupun sekunder sama-sama penting. Yang membedakan hanyalah fungsi strategisnya:

  • Kemasan primer: menjamin keamanan dan keaslian produk.
  • Kemasan sekunder: menjamin keterbacaan, pemasaran, dan komunikasi kepada konsumen.

Teknologi Cetak yang Umum Digunakan di Industri Farmasi

Untuk mencapai hasil cetak sempurna dan bebas kontaminasi, industri farmasi menggunakan beberapa teknologi cetak utama berikut:

A. Rotogravure Printing

Rotogravure adalah teknologi cetak berbasis silinder logam yang diukir dengan desain tertentu. Setiap lubang pada silinder menampung tinta dalam jumlah mikroskopis, menghasilkan cetakan sangat presisi.
Kelebihannya:

  • Detail tajam, bahkan untuk teks kecil seperti kode batch.
  • Warna konsisten antar produksi.
  • Sangat cocok untuk kemasan blister dan sachet.
  • Proses tertutup, higienis, dan mendukung penggunaan tinta pharma-grade.

B. Flexography Printing

Flexo menggunakan pelat fleksibel berbahan karet atau fotopolimer. Umumnya digunakan untuk label, kotak karton, atau sleeve luar.
Kelebihannya:

  • Kecepatan produksi tinggi.
  • Cocok untuk permukaan datar dan bahan karton.
  • Ekonomis untuk volume besar.

C. Digital Printing

Untuk produk dengan variasi desain atau kebutuhan data unik (seperti QR code, serial number), digital printing memberikan fleksibilitas tanpa perlu pelat cetak.

Studi Kasus: Kombinasi Cetak Rotogravure dan Flexo

Sebuah perusahaan farmasi di Cikarang yang memproduksi vitamin serbuk melakukan kombinasi dua teknologi:

  • Rotogravure untuk sachet dalam (kemasan primer).
  • Flexo untuk karton luar (kemasan sekunder).

Hasilnya:

  • Konsistensi warna antara kemasan dalam dan luar meningkat 30%.
  • Proses identifikasi batch jadi lebih mudah.
  • Penghematan biaya hingga 15% karena tidak perlu rework akibat kesalahan cetak.

Kombinasi ini kini banyak diadopsi oleh perusahaan farmasi besar karena menggabungkan keunggulan presisi dan efisiensi.

Tantangan dalam Mencetak Kemasan Farmasi

Beberapa tantangan yang sering dihadapi industri antara lain:

  • Menjaga konsistensi warna antar batch.
  • Risiko tinta menempel tidak sempurna pada material film sensitif.
  • Permintaan pasar akan desain kemasan yang makin kompleks.
  • Regulasi baru yang menuntut fitur keamanan tambahan seperti QR code individual dan label anti-tamper.

Solusinya? Investasi pada mesin cetak modern dan doctor blade berkualitas, seperti Swedcut Doctor Blade, yang dapat menjaga kebersihan dan kestabilan hasil cetak selama proses produksi berkecepatan tinggi.

Kesimpulan

Baik kemasan primer maupun sekunder memiliki peran yang sama penting dalam industri farmasi.
Kemasan primer menjaga kualitas dan keamanan obat, sementara kemasan sekunder menjaga kepercayaan dan komunikasi dengan konsumen. Tanpa keduanya, integritas produk akan mudah dipertanyakan.

Sebagai pelaku industri, Anda tidak perlu memilih mana yang lebih penting dicetak.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Anda memastikan keduanya dicetak dengan teknologi yang tepat rotogravure, flexo, atau digital agar informasi tetap akurat, higienis, dan mencerminkan profesionalisme merek Anda.

Karena dalam dunia farmasi, cetakan yang presisi adalah bagian dari keamanan pasien.

error: Content is protected !!