Pita Perekat Antistatik AGB-100: Detail Kecil yang Bisa Menyelamatkan Produk Anda

Pita Perekat Antistatik AGB-100: Detail Kecil yang Bisa Menyelamatkan Produk Anda – Kalau Anda pernah merasa “kok tiba-tiba ada reject yang nggak masuk akal?”, atau mendapati komponen elektronik sensitif rusak tanpa sebab yang jelas, bisa jadi masalahnya bukan pada mesin besar atau operator melainkan pada listrik statis yang “diam-diam” muncul di proses.

Di banyak lini produksi, ESD (electrostatic discharge) itu seperti musuh tak terlihat: kadang tidak terasa, tapi efeknya bisa mahal.

Di sinilah saya ingin mengajak Anda melihat satu solusi yang sering diremehkan karena bentuknya sederhana: pita perekat antistatik. Bukan sekadar tape untuk menempel, tapi tape yang dirancang untuk membantu mengurangi dampak listrik statis terutama di proses manufaktur komponen elektronik atau area kerja yang “tidak bersahabat” bagi muatan statis.

AGB-100 dari Chukoh adalah salah satu opsi yang menarik karena memang ditujukan untuk penggunaan yang sensitif terhadap ESD.

Dan yang paling penting: Anda tidak perlu mengubah seluruh sistem untuk mulai mengurangi risiko. Kadang, langkah paling efektif adalah yang paling praktis: tempelkan tape yang tepat di titik yang tepat, dan Anda bisa merasakan bedanya pada stabilitas proses, kualitas hasil, dan ketenangan tim produksi.

Apa itu AGB-100?

AGB-100 adalah pita perekat yang menggunakan kain kaca yang diresapi fluororesin (fluoroplastic/PTFE) yang mengandung karbon sebagai bahan dasar, lalu dilapisi perekat silikon di satu sisi. Kombinasi ini membuatnya menjadi produk yang ditujukan sebagai antistatik, cocok untuk proses yang tidak menginginkan pengaruh listrik statis.

Secara sederhana:

  • PTFE/fluororesin terkenal karena permukaannya licin, non-stick, dan tahan bahan kimia.
  • Kain kaca membantu stabilitas dimensi (lebih “kaku/stabil” daripada film tipis).
  • Karbon konduktif berperan dalam sifat antistatik.
  • Perekat silikon umum dipakai untuk aplikasi yang butuh ketahanan suhu dan daya lekat yang stabil di lingkungan industri.

Kenapa listrik statis layak Anda “takuti” (dengan cara yang sehat)

Chukoh menjelaskan bahwa tape antistatik ini dipakai untuk berbagai tujuan pencegahan listrik statis di lokasi manufaktur, terutama saat listrik statis tidak diinginkan.

Bahkan pada lingkungan suhu tinggi (sekitar hingga 200°C), muatan statis dapat muncul akibat pengeringan dan gesekan—dan pengisian karbon konduktif membantu pencegahan efek tersebut.

Kalau Anda bekerja di:

  • assembling komponen elektronik,
  • proses device manufacturing,
  • area conveyor/roll film,
  • packaging tertentu yang sensitif,
    maka ESD bisa berarti: kerusakan laten (baru ketahuan belakangan), yield turun, rework naik, dan waktu troubleshooting yang menyita energi.

Kelebihan AGB-100 yang terasa di lapangan

1) Antistatik yang memang jadi tujuan utama

AGB-100 diposisikan sebagai produk dengan sifat antistatik yang sangat baik, dan ditujukan untuk aplikasi yang tidak menyukai listrik statis.

Buat Anda, ini berarti: risiko “kejutan kecil” yang merusak komponen sensitif bisa ditekan, terutama di titik-titik proses yang sering terjadi gesekan atau pemisahan material.

2) Rentang suhu kerja lebar: -60°C sampai +200°C

AGB-100 memiliki batas suhu pengoperasian -60°C hingga +200°C.
Ini penting kalau proses Anda melibatkan:

  • area panas (dekat heater, sealing, atau hot plate),
  • perubahan suhu ekstrem (cold room/ruang uji),
  • atau siklus produksi yang “panas-dingin” berulang.

3) Permukaan non-stick dan super licin (lowest friction)

Permukaan tape ini disebut punya karakteristik anti lengket, mudah melepas (releaseability), gesekan terendah (lowest friction), plus tahan bahan kimia dan repelan air.

Kalau Anda butuh material pelapis/lining di area yang sering bergesekan (misalnya guide, chute, atau permukaan kontak), sifat licin ini biasanya terasa langsung: aliran material lebih mulus, penumpukan residu berkurang, dan pembersihan lebih cepat.

4) Stabilitas dimensi & ketahanan cuaca

AGB-100 disebut punya stabilitas dimensi dan weatherability yang sangat baik.
Dalam praktik, ini sering berhubungan dengan tape yang tidak gampang “lari” atau berubah perilaku saat kondisi ruang produksi berubah.

Spesifikasi yang bisa Anda pakai untuk diskusi teknis (biar nggak cuma “katanya”)

Berikut poin teknis penting dari halaman produk:

  • Ketebalan nominal: 0.13 mm dan 0.18 mm
  • Lebar standar (contoh):
    • 0.13 mm: 13, 25, 38, 50 mm
    • 0.18 mm: 13, 25, 50, 100 mm
  • Lebar maksimum: 450 mm
  • Panjang: 10 m
  • Kekuatan tarik (Tensile strength):
    • 0.13 mm: 400 N/25mm
    • 0.18 mm: 730 N/25mm
  • Kekuatan perekat (180° peel):
    • 0.13 mm: 11 N/25mm
    • 0.18 mm: 13 N/25mm
  • Resistivitas permukaan: 10^8 Ω atau kurang (pada tabel)
  • Catatan pabrikan: nilai pada tabel adalah nilai terukur, bukan nilai jaminan.

Kalau Anda sedang menyusun dokumen internal (SOP/Control Plan) atau mau presentasi ke tim QA/Engineering, data seperti ini biasanya membantu mempercepat approval karena jelas rujukannya.

Cocok untuk industri apa di Indonesia?

Di halaman produk, AGB-100 direkomendasikan untuk:

  • bagian elektronik,
  • proses pembuatan perangkat,
  • dan aplikasi lain yang tidak menyukai listrik statis.

Di konteks Indonesia, ini relevan untuk banyak sektor:

  • EMS/PCBA (perakitan elektronik, assembly, test)
  • pabrik komponen & device (sensor, modul, perangkat rumah tangga/IoT)
  • packaging tertentu yang sensitif (terutama bila ada gesekan tinggi pada film/roll)
  • lini conveyor yang sering memunculkan static karena gesekan

Chukoh juga memberi contoh penggunaan tape antistatik untuk mencegah muatan statis pada conveyor rolls di proses pembuatan film, serta mencegah kegagalan benda kerja akibat statis di proses manufaktur komponen elektronik.

Cara berpikir “praktis” sebelum Anda membeli

Saya sarankan Anda menilai AGB-100 bukan dari “berapa harga per roll”, tapi dari berapa biaya yang bisa Anda hindari.

Coba cek 3 titik ini di lini Anda:

  1. Titik gesekan tinggi
    Di mana material bergesekan terus menerus (guide, chute, meja kerja, area kontak). Tape dengan sifat licin & non-stick sering memberi dampak cepat.
  2. Titik rawan ESD
    Area handling komponen sensitif, proses assembly, atau workstation tertentu. AGB-100 memang ditujukan untuk proses yang tidak menginginkan listrik statis.
  3. Titik panas
    Jika area itu dekat suhu tinggi, AGB-100 punya rentang -60°C sampai 200°C, sehingga lebih “nyaman” dipakai untuk berbagai kondisi proses.

Kalau salah satu dari tiga itu “kena”, biasanya AGB-100 layak masuk shortlist Anda.

Tips implementasi: biar hasilnya terasa, bukan cuma ganti tape

  • Mulai dari pilot kecil: pilih 1–2 titik yang paling sering bermasalah (reject misterius, debu nempel, film nyangkut, atau ESD complaint).
  • Dokumentasikan sebelum-sesudah: yield, downtime, scrap, waktu cleaning—bahkan catatan operator pun berharga.
  • Cocokkan ukuran: AGB-100 punya opsi ketebalan 0.13/0.18 mm, dan lebar standar yang berbeda. Pilih yang paling masuk akal untuk area tempel Anda.
  • Diskusikan kebutuhan slitting: pabrikan menyebut ukuran di luar tabel bisa disesuaikan selama masih dalam lebar maksimum.

Penutup

Saya paham, di pabrik itu tekanan datang dari mana-mana: target output, cost, audit, complaint, sampai mesin yang rewel. Tapi justru karena itu, Anda butuh solusi yang praktis, mudah diuji, dan cepat terasa.

AGB-100 menarik karena “paketnya” lengkap untuk banyak kebutuhan produksi: antistatik, tahan suhu -60°C sampai 200°C, permukaan non-stick & licin, serta stabilitas dimensi yang membantu di aplikasi yang menuntut konsistensi.

Kalau Anda sedang mengejar proses yang lebih stabil dan ingin mengurangi risiko ESD tanpa proyek besar, AGB-100 layak Anda pertimbangkan sebagai langkah awal yang realistismulai dari satu titik kritis, ukur dampaknya, lalu kembangkan.

 

error: Content is protected !!