13 Jenis Cacat Percetakan Pada Flexography dan Solusinya

13 Jenis Cacat Percetakan Pada Flexography dan Solusinya –  Kalau kamu pernah terlibat di dunia cetak mencetak, apalagi flexography, pasti paham betapa pentingnya menjaga kualitas hasil cetak. Saya pribadi sudah beberapa kali menyaksikan betapa frustasinya tim produksi ketika hasil cetak yang keluar jauh dari ekspektasi, padahal deadline tinggal hitungan jam.

 

Dalam dunia cetak flexo, detail kecil bisa berdampak besar, dan mengenali jenis cacat cetak serta solusinya bisa jadi penyelamat di tengah tekanan produksi.

Saya pernah menemui satu kasus, di mana hasil cetakan klien terlihat buram dan seperti “berbayang”. Setelah diperiksa, ternyata ada masalah registrasi warna dan tekanan pelat yang terlalu tinggi. Sejak saat itu saya sadar, bahwa menguasai ilmu troubleshooting di dunia cetak bukan sekadar nilai tambah, tapi kebutuhan mutlak.

Oleh karena itu, saya rangkumkan 13 jenis cacat cetak paling umum di flexography, lengkap dengan solusi praktis yang bisa kamu terapkan langsung di lapangan.

Yuk, kita bahas satu per satu, supaya hasil cetak kamu bisa tetap prima, dan tentunya, klien makin puas!

1. Tanda Gigi (Gear Marks)

Tanda gigi biasanya muncul sebagai garis-garis halus tapi teratur di hasil cetak. Sering kali, tanda ini diakibatkan oleh roda gigi mesin yang sudah aus atau tidak sejajar. Saya sendiri pernah dibuat pusing karena pola ini muncul padahal file desainnya sudah oke banget.

Solusinya: Mulailah dengan mengecek dan mengganti roda gigi yang sudah usang, pastikan pelumas digunakan dengan baik, dan kalau memungkinkan, gunakan roda gigi heliks untuk hasil yang lebih halus dan minim getaran.

2. Penguatan Titik (Dot Gain)

Dot gain ini bisa membuat hasil cetak jadi lebih gelap dan bold dari yang seharusnya. Masalah ini sering muncul karena tekanan cetak yang terlalu tinggi, tinta terlalu kental, atau volume tinta yang berlebihan.

Untuk menghindarinya, kamu bisa gunakan densitometer untuk memantau dot gain dan sesuaikan roll anilox serta tekanan cetak agar hasil tetap tajam. Jangan lupa juga untuk membersihkan pelat cetak secara berkala agar kotoran tidak memengaruhi hasil akhir.

3. Efek Halo

Nah, ini juga salah satu masalah yang sering bikin kesel: efek halo. Biasanya terlihat sebagai bayangan terang mengelilingi objek cetakan. Penyebabnya bisa karena tekanan terlalu tinggi atau viskositas tinta yang tidak pas.

Solusi paling ampuh adalah menyesuaikan tekanan cetak, kalibrasi roll anilox agar tinta yang ditransfer tidak berlebihan, dan pastikan viskositas tinta berada di level yang tepat.

4. Tinta Menodai dan Mengotori

Kalau kamu lihat hasil cetakan terlihat seperti tercoreng atau ada noda, bisa jadi karena tinta tidak kering dengan sempurna. Ini bisa disebabkan oleh suhu pengeringan yang kurang optimal, tinta terlalu banyak, atau formulasi tinta yang tidak cocok dengan material.

Saran saya, periksa suhu dan aliran udara di sistem pengering, sesuaikan volume tinta, dan pastikan tinta yang digunakan cocok dengan substrat.

5. Menjembatani dan Mengisi (Bridging and Filling)

Bridging and filling terjadi saat tinta mengisi area halus atau celah kecil antar detail desain, sehingga elemen grafis jadi terlihat penuh atau menempel satu sama lain. Ini biasanya terjadi kalau tinta terlalu kental atau tekanan terlalu tinggi.

Tips dari saya: gunakan tinta dengan viskositas yang tepat, pilih anilox dengan volume sel lebih rendah untuk hasil detail yang lebih baik, dan sesuaikan tekanan dengan teliti.

6. Kesalahan Registrasi Warna

Cacat ini cukup kentara dan bisa langsung bikin hasil cetakan kelihatan “ngaco”. Warna-warna yang tidak pas tumpang tindih menciptakan efek blur atau ghosting. Penyebabnya sering kali karena penyelarasan pelat yang tidak tepat atau kecepatan mesin yang tidak stabil.

Solusinya adalah memastikan semua pelat cetak sejajar menggunakan registration mark, dan pastikan kecepatan cetak tetap konsisten. Jangan lupa juga rutin kalibrasi mesin.

7. Pinholing

Pernah lihat titik-titik kosong kecil di hasil cetakan? Itu namanya pinholing. Masalah ini muncul karena tinta tidak bisa menempel sempurna, biasanya karena substrat kotor atau tinta terlalu encer.

Solusinya cukup jelas: bersihkan substrat sebelum mencetak, pastikan tinta berkualitas dengan aliran yang baik, dan sesuaikan pengaturan pH serta penggunaan doctor blade agar distribusi tinta lebih merata.

8. Mottling

Mottling adalah istilah buat cetakan yang hasil warnanya tidak rata, kadang terlihat seperti bernoda atau “blotchy”. Hal ini biasanya disebabkan oleh permukaan substrat yang tidak seragam atau proses pengeringan tinta yang tidak konsisten. Supaya hasilnya lebih mulus, pastikan substrat dicek dulu sebelum cetak dan atur suhu pengering agar tinta kering secara merata.

9. Streaking dan Banding

Kalau kamu lihat garis-garis vertikal atau horizontal yang kontras di hasil cetakan, itu kemungkinan besar adalah streaking atau banding. Ini bisa muncul karena distribusi tinta tidak merata, atau masalah mekanis seperti roller yang tidak sejajar. Cara menghindarinya adalah dengan rajin membersihkan anilox roll, mengecek penyelarasan roller, dan pastikan tekanan cetak tersebar merata di seluruh area cetakan.

10. Keburaman dan Ketidakjelasan Gambar

Masalah ini bikin desain kamu jadi seperti “kurang fokus”. Penyebab utamanya adalah pengaturan tekanan yang tidak pas atau transfer tinta yang kurang optimal. Pastikan pelat dan substrat memiliki kontak yang presisi, serta perhatikan pH dan viskositas tinta agar transfer tinta lebih sempurna. Jangan lupa kalibrasi mesin secara rutin.

11. Cetak Kotor

Cetakan kotor umumnya muncul karena adanya kontaminasi di area cetak—bisa dari debu, kotoran, atau sisa tinta yang menumpuk. Ini bisa dihindari dengan menjaga lingkungan cetak tetap bersih dan melakukan pembersihan menyeluruh, khususnya pada anilox roll dan komponen lain yang bersentuhan langsung dengan tinta.

smart cleanner cairan pembersih anilox roll

12. Kegagalan Adhesi

Kalau tinta kamu mudah mengelupas dari permukaan cetak, berarti ada masalah adhesi. Penyebabnya bisa karena tinta tidak cocok dengan substrat atau formulasi tinta yang salah. Uji daya rekat tinta sebelum produksi massal, dan kalau perlu, sesuaikan formula tintanya agar lebih cocok dengan bahan yang digunakan.

13. Masalah Listrik Statis dan Debu

Debu yang menempel karena listrik statis bisa bikin hasil cetakan kamu jadi jauh dari sempurna. Saya pernah lihat satu produksi harus dihentikan total hanya karena partikel halus bikin semua hasil cetakan jadi kotor. Solusinya cukup sederhana: gunakan perangkat anti-statis, bersihkan substrat sebelum masuk ke mesin, dan pastikan kelembapan ruangan tetap stabil.

Tips Perawatan Mesin Cetak Flexo

Agar semua solusi tadi bisa maksimal, jangan lupa rawat mesin cetak flexo kamu dengan baik. Bersihkan anilox roll secara rutin pastikan nozzle tidak tersumbat, lumasi bagian-bagian bergerak, dan pantau viskositas serta pH tinta. Perawatan sederhana ini punya dampak besar terhadap umur panjang mesin dan kualitas hasil cetakan.

Tips Detail
Bersihkan Anilox Roll Secara Teratur Gunakan sikat lembut dan larutan pembersih yang sesuai untuk menghilangkan penumpukan tinta dan kotoran, yaitu cairan pembersih anilox roll flexo
Periksa dan Sejajarkan Silinder Cetak Periksa masalah keausan dan keselarasan, ganti silinder jika perlu.
Merawat dan Membersihkan Nozel Bersihkan nozel secara teratur untuk mencegah penyumbatan dan memastikan distribusi tinta yang merata.
Melumasi Bagian Bergerak Oleskan pelumas pada roda gigi, bearing, dan roller untuk mengurangi gesekan dan keausan.
Memantau dan Menyesuaikan Tingkat Kekentalan Tinta dan pH Pastikan mereka berada dalam kisaran yang direkomendasikan untuk mempertahankan aliran dan daya rekat tinta yang optimal.

 

Pentingnya Pelatihan Operator

Mesin sebagus apa pun, kalau operatornya belum mahir, hasilnya tetap bisa mengecewakan. Pelatihan berkala sangat penting agar operator memahami cara kerja alat, bisa memecahkan masalah dengan cepat, dan mengikuti perkembangan teknologi terkini. Saya pribadi percaya bahwa investasi terbesar bukan hanya di mesin, tapi juga di orang yang mengoperasikannya.

Kesimpulan

Mengenali berbagai jenis cacat cetak dalam flexography dan tahu cara mengatasinya bisa menjadi pembeda antara produksi yang sukses dan proyek yang harus diulang total. Dengan menjaga mesin tetap prima, memahami sifat tinta, serta meningkatkan keterampilan operator, kita bisa memastikan hasil cetakan yang konsisten dan berkualitas tinggi.

Dan yang paling penting, jangan pernah berhenti belajar dari setiap tantangan di lapangan. Karena di balik setiap kegagalan, ada pelajaran yang bisa bikin kamu makin jago.

Demikian tadi Artikel kami tentang 13 Jenis Cacat Percetakan Pada Flexography dan Solusinya, apabila ingin tahu lebih banyak hubungi team sales kami.  Untuk langsung menghubungi sales kami, klik di bawah ini. kami juga menjual anilox roll.

whatsapp me

error: Content is protected !!